KEMBANG API (Sejarah,kegunaan,dan bahan-bahan)


 Menurut catatan sejarah, kembang api dan petasan muncul pada dinasti Tang (618-907 M)  dan akhirnya berkembang pada dinasti Song. 

Awal mula ditemukan oleh orang Cina. Seorang kimiawan dari Cina bereksperimen dengan mencampurkan kalium nitrat, arang, dan belerang ,namun ia tidak sengaja mencampurkan bubuk mesiu kedalamnya. 

Orang zaman dahulu menyebut kembang api dengan 'Kembang Api SOS dor' .

Pada zaman dahulu, kembang api digunakan sebagai pengusir roh-roh jahat (menurut kepercayaan orang2 Cina) dan sebagai alat komunikasi untuk meminta pertolongan. Seiring berjalannya waktu, kembang api digunakan saat perayaan2 besar dan memiliki nilai seni sendiri. 

Sekarang kembang api sudah memiliki berbagai macam bentuk antara lain kornet, sarang laba-laba, planet saturnus, pohon palem, bunga krisan,dan getah pohon. 

Bahan kimia yang digunakan untuk membuat kembang api adalah stronsium, kalium, sulfur/belerang, magnesium, aluminium, barium, stibium, calsium, dll

Untuk menghasilkan loncatan api dan letupan suara, sebuah oksidator direaksikan dengan logam seperti magnesium (Mg) atau aluminium (Al),yang dicampur dengan belerang (S).

Bahan-bahan pembuat kembang api :

Aluminium (Al): Digunakan untuk menghasilkan warna api perak dan putih berkelap-kelip. Aluminium merupakan komponen pemberi gemerlap

Antimon/Stibium (Sb): Zat inilah yang menciptakan efek kemegahan pada kembang api.

Barium (Ba): Digunakan untuk menghasilkan warna hijau, dan dapat membantu menstabilkan zat volatil yang mudah menguap.

Calsium (Ca): Digunakan untuk memperdalam warna kembang api. Garam kalsium menghasilkan warna oranye.

Carbon (C): Salah satu bahan utama dari serbuk hitam yang digunakan sebagai bahan pembakar pada kembang api.

Clorin (Cl2): Bahan penting pada beberapa oksidator kembang api. Beberapa garam logam membentuk warna jika bereaksi dengan clorin.

Tembaga (Cu): Menghasilkan warna biru pada kembang api.

Besi (Fe): Digunakan untuk menghasilkan kilatan cahaya. Pemanasan logam yang terjadi pada kembang api menentukan warna dari kilatan.

Lithium (Li): Merupakan logam yang digunakan untuk mencampuri warna merah pada kembang api. Sedang lithium karbonat digunakan untuk memberi warna.

Magnesium (Mg): Ketika terbakar, zat ini menghasilkan warna putih yang sangat terang. Karenanya, magnesium digunakan untuk meningkatkan keindahan kembang api.

Oksigen (O2): Zat ini berfungsi sebagai oksidator. Oksidator bekerja dengan cara melepas oksige


Fosfor (P): Selain menjadi bahan bakar kembang api, zat ini dapat terbakar secara spontan di udara, dan menghasilkan kilatan terang di kegelapan.

Kalium (K): Berfungsi membantu proses oksidasi kembang api. Kalium nitrat, kalium klorat, dan kalium perklorat, adalah oksidator yang penting dalam kembang api

Natrium (Na): Menghasilkan warna kuning pada kembang api, meski cahaya yang dihasilkan terangnya memberi efek berlebihan.

Belerang (S): Digunakan untuk pelengkap serbuk hitam, yaitu untuk bahan bakar kembang api.

Stronsium (Sr): Zat ini menghasilkan warna merah pada kembang api. Stronsium juga digunakan untuk menghasilkan keseimbangan warna.

Titanium (Ti): Logam titanium terbakar dalam bentuk serbuk, dan membentuk kilatan perak.

Seng (Zn): Digunakan untuk menghasilkan efek asap pada kembang api.


Sumber : https://www.ayobelajar.web.id/tema/1632/

Ramdhan Adi, Muhammad. 2014.Mengenal Kimia. Bandung: PT Sarana Pancakarya Nusa. 


Komentar